Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan judul di atas. Bisnis Online, bila Anda searching di Google maka Anda akan mendapati beraneka halaman web yang menawarkan bisnis online. Nah, sebenarnya apa sih bisnis online itu ?? Adakah ini sebuah penipuan ?? TIDAK…

Bisnis online akan menawarkan Anda cara kerja yang bisa Anda lakukan tanpa meninggalkan pekerjaan utama Anda. Misalnya Anda adalah seorang karyawan kantor, Anda merasa gaji yang Anda dapat tidak sesuai dengan harapan Anda kemudian Anda berniat untuk mencari penghasilan lain. Mau mengundurkan diri dari perusahaan, belum tahu nanti mau kerja dimana. Mau buka usaha,modal tak ada. Mau cari kerja part time, waktu tidak memungkinkan. Nah, Bisnis Online adalah jawaban dari keluhan Anda. Hanya bermodalkan niat dan usaha serta online dalam beberapa waktu saja, Anda sudah bisa meraup keuntungan yang Anda inginkan. Kan nggak ada salahnya kita coba, sambil online Facebook Anda bisa menawarkan bisnis ini ke teman – teman Anda. Bisnis ini tidak membutuhkan modal banyak dan waktu kerjanya Anda yang menentukan sendiri. Semakin cepat pergerakan Anda, semakin banyak juga pendapatan yang masuk ke kantong Anda.

Saya menawarkan bisnis ini terhadap Anda. Silahkan kunjungi halaman web berikut untuk keterangan lebih lanjut : http://www.Step2Rich.net/astriani

Buruan gabung bersama kami !!!
Anda takkan rugi, maka jangan sia – siakan peluang ini. Ingat, kesempatan takkan datang dua kali…

Read Full Post »

2Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana.
Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial. (lebih…)

Read Full Post »

1Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo.
Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Diponegoro. (lebih…)

Read Full Post »