Pagi itu, dihari yang cerah setelah semalaman diguyur hujan, nampak sebatang pohon pelindung di pinggir jalan yang ramai oleh lalu lintas kendaraan. Seperti didunia dongeng, saya mendengar keluh kesah sang pohon tersebut. Begini cerita yang mengalir. …
Bertahun-tahun saya hidup dipinggir jalan ini
Bertahun-tahun saya mengabdikan diri untuk menjadi pelindung bagi sekitarku
Bertahun-tahun saya memberikan manusia dan hewan yang lewat nafas kehidupan
Bertahun-tahun saya memberikan manusia keteduhan dari sengatan sinar matahari
Tapi kemarin …
Saya merasakan betapa jahatnya manusia
Menancapkan paku bergambar partai dan wajah calon legislatif ke tubuhku
Satu caleg ……….. disusul yang kedua …… terus yang ketiga ………sampai tidak ada bagian tubuhku yang terbuka
Apakah mereka tidak tahu bahwa gambar itu akan menghalangi stomataku menarik CO2 ?
Apakah mereka tidak sadar bahwa wajah calon legislatif itu menutupi tubuhku dari sinar matahari?
Setelah kulihat kanan dan kiri
Terus temanku pohon diseberang jalan
ternyata nasib kita sama
Untuk menjadi tempat iklan
tanpa bayaran
tanpa kena pajak
Akhirnya, ….
Saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa
Semoga mereka yang menempel di tubuhku akan menang
dan buat kebijakan yang berpihak pada kami
Pohon-pohon yang malang
Semoga …………….







yes pertama ya…..andai pohon bisa bicara tentu jg akan berteriak….naluri anda jalan banget…slm kenal….
Hmm…..Inspiring post
sulit terpikirkan olehku, bahwa justru gambar2 orang berbaju taqwa di pohon2 itu mengganggu ya…
*padahal aku simpatisan juga*…hehe..
SMANGAT n’ salam persaHabatan
Yup !
Wah hebat yah kalau seandainya kita bisa mendengar seperti itu tentunya kita nggak akan terkena macet dijalan karena sebelumnya udah dibilangin ama pohon kalau jalan didepan sedang macet???
Hehehe…
Salam kenal ya mbak dari blogger Jatim nih…
yupz….terima kasih untuk semua pengunjung yang telah mengunjungi blog ini…
salam kenal semua…
Pohon yang malang…
Huh, caleg2 sekarang pasang banner koq suka2nya aja ya, jadinya seluruh kota punya suasana “baru merdeka” aja, jelek bgt.
Salam Kenal ya…
Amin
Suara hati pohon yakh??
hehe..
saya juga sampe bigung sendiri saking banyaknya caleg, mau pilih yang mana??[Maklum pemilu pertama bagi saya], hehe
Regards,
Maulana Malik
terima kasih sudah ke blog saya….
postingnya bagus ni… sangat menggugah hati untuk membuka pintunya yang kdang selalu tertutup
Blognya bagus kreatif banget, salut deh dan salam kenal ya……….
salam kenal mbak, saya juga mendengar jeritan pohon…akh, napa kita manusia kok kejam yah
kalu sempat mampir blog saya
http://bandarsampah.blogdetik.com/2009/01/27/hai-politikus-tahukah-anda-pohon-itu-mahluk-hidup/
salam,
Rita
Yaaa, kalau do’anya dikabulkan bangsa kita malah repot dong. Semua menang, siapa yang kalah?
Salam kenal!
pohon…
makhLuk hidup seLain manusia…
butuh perhatian dan perawatan supaya indah…
Namun jika diperlakukan semena-mena…
tak segan2 memberikan akibatnya…
saLam kenaL…
nice post!!
saya juga gerah liatin atribut2 kampanye di jalanan, bikin rusak pemandangan aja…
hehe..
~salam kenal ya… tuker lin yuk?
Tanpa kita sadari, atribut2 itu mengganggu pemandangan. Seharusnya kita melihat pemandangan indah, pohon2 yang rindang dan merasakan sejuknya udara. Tapi karena terhalang atribut kampanye, kita jadi tidak bisa menikmati semua itu…
Ulah siapa itu ???
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini…
Cool. Salut atas kepekaan-nya terhadap lingkungan.Salut juga atas pemikiran anda yang selalu menjadi yang pertama.
Jadi ikut sedih. Kisahnya sedih banget.
It’s a nice blog. Salam kenal ya….
Salam kenal………….
Nice Blog…
Keep Blogging ya….
hm…pecinta lingkungan rupanya, sampai bisa dengerin pohon bicara
kalau dipikir yang nempeli itu bertitel, berkopyah,…sayangya mereka gak dengar suara pohon
sayangnya mereka gak peduli linkungan
dengan pohon saja gak peduli, dia kan gak minta apa-apa khan? cuma di sayang gak minta duit, gak minta kunjungan ke luar negeri..susah mereka. banyak caleg cuma bikin kotor pemandangan
I love your site!
_____________________
Experiencing a slow PC recently? Fix it now!
pohon yang harus menjadi pelindung kala kita kehujanan dan kepanasan harus kita lestarikan, jangan sampai alam marah karena pohon sebagai anggota keluarga alam raya.
nice post..
…alam raya aadlah cinta kita…
Sejuknya….
Mudah-mudahan mereka yang menempel iklan-iklannya, setelah pemilu usai mencopot kembali milik mereka.
Saat mereka ada kadang kita tak pernah sadar….
Tapi saat tak ada, kita baru sadar betapa berartinya mereka…
Sebatang pohon di pinggir jalan…..dasar manusia..mereka yang menanam mereka jg yang merusak…
LUARRR BIASA Tulisannya Mbak Astri, bener2 menginspirasi dengan ditambai dengan segi ilmiahnya. Kayaknya Mbak nih bukan penulis biasa ya, tetapi bener2 penulis LUARR BIASA
Lam kenal n SUKSES SELALU Mbak Astri…
Salam kenal (untung gue bukan pohon)
Tetapi tentunya saya sama dengan mbak (smoga yg laen juga) mencoba untuk peduli sama mereka yg telah berjasa pada kita (bayangin kalo gak da o2?)
next….
kita yang menanam kita juga yang menuai..
ditempatku gak ada pohon-pohon yang ditempeli.