Sohib Muda, ruang publik dalam definisinya yang paling sederhana adalah sebuah tempat di mana orang boleh secara bebas datang dan pergi. Banyak definisi yang lebih rumit, tapi mencoba membatasi pengertiannya dengan sederhana. Jan Gehl, dalam Sukawi (2006) ruang publik memiliki tiga fungsi yaitu sebagai tempat bertemu, berdagang, dan lalu lintas. Berdasarkan ketiga fungsi ruang publik itu, Jan Gehl kemudian membuat klasifikasi kota menjadi empat kategori. Pertama adalah kota tradisional, di mana ketiga fungsi ruang publik masih hidup secara bersamaan. Kedua adalah kota terserbu (invaded city) di mana satu fungsi -biasanya fungsi lalu lintas, dan itupun lalu lintas kendaraan pribadi telah menguasai sebagian besar ruang publik, sehingga tidak ada lagi ruang untuk fungsi yang lain. Ketiga adalah kota yang ditinggalkan (abandoned city) di mana ruang publik dan kehidupan publik telah hilang. Akhirnya, kehidupan penduduknya hanya beredar dari satu shopping mall ke shopping center yang lain, yang harus didatangi dengan menggunakan mobil. Keempat adalah kota yang direbut kembali (reconquered city) di mana ada usaha yang kuat untuk mengembalikan keseimbangan fungsi ruang publik sebagai tempat bertemu, tempat berdagang dan tempat lalu lintas. Di sini terdapat beberapa aturan seperti program pembatasan lalu lintas mobil, seperti jalur three in one, pajak mobil yang sangat tinggi, jalur khusus sepeda dan motor, berlakunya transportasi masal seperti busway, monorel atau kereta, dan memberikan keleluasaan kepada pejalan kaki dengan jalur pedestrian yang nyaman dan teduh. RUJUKAN
Sukawi. 2006. Mertopolis yang Terserbu. Seputar Semarang edisi 29 September – 2 Oktober 2006.
RUANG PUBLIK
Januari 26, 2009 oleh astriani







menurut kamu sendiri, kota kamu bagian dari yg mana? jika didefinisikan secara Gehl..
yang saya tau Gehl merupakan arsitek yang menyukai fine arts ( seni murni ), yang mana terkadang pndefinisiannya bisa plural. menurut kabar yang saya ikuti beliau memang dari dulu sudah menjadi seorang arsitek dengan konsep “urbanism”. arsitek lokal yang mengikuti itu ya..Ridwan Kamil…
regards,
hexa