Dari tahun ke tahun sobat muda, iklim dibelahan dunia semakin tidak dapat diprediksi. Hal ini disebabkan karena polusi udara terutama gas karbon yang sedemikian parah. Untuk mengurangi akibat dari perubahan iklim tersebut dibuat kerangka hukum internasional yaitu Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (United Nations Framework of Climate Change Convention-UNFCCC) mulai dilaksanakan yang kemudian berhasil ditandatangani di tahun 1992 dan berlaku penuh (enter into force) di tahun 1995. Walaupun konvensi perubahan iklim telah berlaku namun belum cukup memadai untuk mencapai tujuan-tujuan serta tindakan yang nyata dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Maka di tahun 1997 telah berhasil ditandatangani Protokol Kyoto yang merupakan tindak lanjut pelaksanaan UNFCCC.
Ternyata Protokol Kyoto 1997 mengalami suatu proses yang rumit dalam upaya mencapai enter into force. Amerika Serikat dan Australia merupakan dua negara yang ternyata sangat menentang diterapkannya protokol ini yang berakibat beberapa negara mulai ragu untuk meratifikasi protokol ini.
Pelantikan Barrack Husain Obama sebagai Presiden USA yang ke-44 memberikan harapan segar bagi kita semua. Pandangannya terhadap isu lingkungan selama kampanye memberikan gambaran kepada kita betapa sangat seriusnya beliau terhadap kerusakan lingkungan. Semoga Obama berbeda dengan pendahulunya yang menentang Protokol Kyoto, tetapi segera meratifikasinya sehingga Protokol ini efektif, yang pada akhirnya lingkungan ini menjadi lebih baik lagi, semoga, kita tunggu saja kebijakannya.







semoga saja protokol kyoto yang sudah diganti dengan konversi perubahan iklim di bali pada tahun yang lalu dapat memberikan kita dunia yang lebih bersih, hijau dan aman.
terimakasih atas kunjungan anda
makasih udah berkunjung ke blog saya sebelumnya…
mau ngomentarin protokol kyoto,,,rada ga guna juga coz ameriki masih setia menolak juga,apalagi siy bushuk itu…setelah obama terpilih kita pasti ada harapan perubahan ke dia tapi dengan kebijakannya yang mengutamakan pernbaikan di bidang ekonomi yang sudah pasti “menggeber” kemampuan pabrik-pabrik raksasa bakal “kembali” mencemari lingkungan. ya meskipun kebijakan ekonominya itu juga berlandaskan pada pemeliharaan lingkungan….tapi disisi lain negara macem indonesia malah mulai rajin nebangin hutan untu kalasan ekonomi juga,belum lagi sebagai s”sumbangan” kita ke dunia terhadap jumlah oksigen….tapi kenapa yang merawat hutan2 hanya negara yang bersangutan saja??????padahal kita “nyumbang” oksigen loh untuk dunia…
Environment issues.. lot’s of talk, little understanding.
hehehehe.. take a look at those MCs n TV shows…
nice to know some still cares with some understanding too..
:thumbup:
I won’t hope much on Obama though..
thanks for your visit
terima kasih atas kunjungannya….